SEDIKIT TENTANG KATA RALATIF DALAM RELATIVITAS

Sebagian orang mungkin cenderung untuk berpikir bahwa segala sesuatu di alam semesta ini relatif sesuai dengan kata relatif yang ada dalam RELATIVITAS, namun sebagai orang yang sudah mengambil mata kulia TEORY RELTIVITAS (hmmm, bukannya pamer ya, setidaknnya saya sedikit mengerti maksud dari leluhur saya EINSTEIN) saya dengan tegas dan berani mengatakan bahwa ungkapan seperti itu hanyalah omong kosong belaka, karna kenapa.? Ya, karna kalau segala sesuatu itu relatif, maka tentu saja tidak akan ada sesuatupun yang dapat dijadikan sebagai acuan. 

Yaaaaaaa. Saya pikir pandangan mereka terbentur pada masalah metafisis, namun tanpa harus terperosk kedalam absurditas-absurditas metafisis, adalah mungkin untuk berpandangan bahwa segala sesuatu di alam fisik itu memang relatif bagi seorang pengamat. Pandangan ini entah benar atau tidak, bukanlah yang digunakan dalam’teory relativitas’ 

Tentu saja kata relatif yang mereka maksud kurang menguntungkan, yang jelas, kata tersebut suda menggiring para filusuf dan juga orng awam menuju kebingungan. Karna kenapa.? Karna orang-orang pada umumnnya membayangkan bahwa teory baru tersebut (teory relatifitas) membuktikan bahwa segala sesuatu di alam fisik itu relatif, tentu saja hal itu tidak benar, justru sebaliknya teory relatiftas spenuhnya berkaitan dengan bagaimana upaya untuk memisahkan sisi yang relatif dan sampai pada pernyataan mengenai hukum-hukum fisik yang sama sekali tidak akan bergantung pada kondisi-kondisi pengamatannya.

Memang benar bahwa kondisi-kondisi ini telah diketahui menimbulkan pengaruh yang lebih besar terhadap apa yang tampak dimata si pengamat daripada anggapan sebelumnnya mengenai pengaruh tersebut, tetapi pada saat yang bersamaan EINSTEIN menunjukan bagaimana menghilangkan pengaruh ini sepenuhnnya. Inilah yang menjadi sumber bagi segala hal yang mengejutkan dalam teorinnya.  Oke, sampai disini saja penjelasannya, saya pikir kalian juga bosan kalau membaca tulisan yang terlalu panjang, 



Komentar